Rabu, 12 Maret 2014

Sejarah Perkembangan Musik di Dunia

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA
Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.
Perkembangan Musik Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi
PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :
1.Zaman Abad Pertengahan
Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.
Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.
2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :
1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
3. Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;
1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.
4. Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:
a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.
Komponis-komponis pada Zaman Klasik antara lain :
1. Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),
Lahir di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai Komponis Austria yang handal.
2. Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)
Lahir pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember 1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony, Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia 5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6 tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa. Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib. Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi berpegang kuat pada gaya klasik murni.
5. Zaman Romantik (1820 – 1900)
Musik romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai. Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :
a. Ludwig Von Bethoven dari Jerman.
b. Franz Peter Schubert dari Wina.
c. Francois Fredrick Chopin dari Polandia
d. Robert Alexander Schumann dari jerman.
e. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.
Riwayat Haidup Komponis Zaman Romantik :
A. Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)
Lahir Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya, sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat. Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir, ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret 1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :
- 5 buah sonata cello dan piano.
- 9 buah symfoni
- 32 sonata piano.
B. Franz Peter Scubert (1797 – 1828)
Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.
C. Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)
Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.
D. Johannes Brahms (1883 – 1897)
Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.
6. Zaman Modern (1900 – sekarang)
Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.
Komponis-komponis pada Zaman Modern :
1. Claude Achille Debussy dari Prancis
2. Bella Bartok dari Honggaria.
3. Maurice Ravel dari Prancis.
4. Igor Fedorovinsky dari Rusia
5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.

sumber : http://solfegio.wordpress.com/2009/01/22/sejarah-perkembangan-musik-dunia/

Rapuh

Dimanakah aku?
Mengapa dunia terasa gelap?
Seakan diriku dituntut...
Mencari sesuatu yang hilang..

Tak tahan air mata ini
Seakan ingin berbicara
Ku tak tahu, engkau dimana..
Yang ku butuh hanya perhatianmu...

Mencarimu...
Tak tahu bibir ingin berkata apa
Seakan membisu penuh makna
Hanya tatapan kosong berlayang-layang di fikiranku..

Air mata......
Katakanlah keinginanku padanya
Aku percaya....
Mereka pasti kan' tahu isi hatiku

Senin, 03 Maret 2014

Stress Karena Menghadapi Ujian(?)

Hii guys! Disini saya mau berbagi tips "belajar efektif"

Selama kls 7-8 sih saya ngerasa biasa2 aja tuh dlm bljr paling ulangan aja yg bikin galau :D semenjak saya duduk dibangku kls 9...... Pulang sore, blm lg kalo ada les :D emg udah nasib:') udah gtu ditambah ntar uprak, TRY OUT 3, dan dilanjutin sama US. (Curhat dikit gpp kali ya :p)
Kadang byk yg ngeluh sama hal ini.. Soalnya ya cape, pulang sore hrus bljr pula.. Buat nunggu tryout/ulangan selanjutnya .___.

Saya sih pengen ngasih tips aja, supaya jgn dibikin stress banget ngadepinnya.. Ya mgkin ini bs bermanfaat bagi kalian :
1. Kita tuh perlu istirahat, jadi ya tidur dlu aja. Klo dipaksain bljr mlh ngga konsen nantinya :D

2. Belajarnya dicicil aja. Jd pas mau ulangan tuh kita udh siap gitu. Supaya ngga ada rasa males. Ya kita tuh belajarnya sama pelajaran yg niat mau dipelajarin hri itu. Tp bkn berarti pelajaran yg dibenci ngga dipelajarin looh ya :D

3. Berdoa dlu sblm bljr, krna dg berdoa bisa nenangin pikiran

4. Kalo mau bljr mandi dlu :D soalnya ada bbrp tmn sy klo bljr tuh lgsg pas plg sklh gitu.. Menurut saya sih pusing ya :D klo mndi berasa beban hilang. Tp itu smua tergantung sm kebiasaan kalian juga sih hehe

5. Jgn diporsir wkt buat bljrnya/saking mau dpt nilai smpurna.. Klo udh pusing lebih baik berenti dlu.. Nanti dilanjut lagi

6. Banyak2 ngerjain soal latian dr buku, itu bkin kita inget sama apa yg udh diterangin guru :D

Mungkin itu aja tips dr saya.. Semoga berhasil ;;) Gbu! :)

Minggu, 02 Maret 2014

Setia Dalam Perkara Kecil

Banyak orang biasanya meremehkan hal – hal atau masalah – masalah kecil dan menganggap hal – hal tersebut tidak penting. Hal ini memang tidak salah, ya sama sekali tidak salah jika kita melihatnya dari sudut pandang dunia. Dunia memang mengajarkan kita demikian, dunia berkata kalau kita bisa sukses dalam perkara – perkara besar, pasti untuk perkara – perkara kecil akan dapat dengan mudah kita selesaikan. Jadi kebanyakan orang berpegang pada cara pandang ini, yaitu dengan terus mengejar kehebatan dalam hal – hal besar, namun untuk setia hal – hal kecil merasa tidak  terlalu perlu.

Tapi kita di sini tidak berbicara bagaimana cara pandang dunia, kita berbicara apa yang dikatakan alkitab. Ayo coba kita cek apa yang dikatakan alkitab.

Lukas 16:10, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Ya, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk dapat setia dalam hal – hal kecil, untuk setia dalam perkara – perkara kecil terlebih dahulu sebelum kita dapat setia dalam perkara besar. Orang yang bisa mengatasi perkara besar pastilah dimulai dari hal – hal yang sangat kecil. Dengan kata lain, kualitas seseorang dinilai bukan dari seberapa hebat mereka menyelesaikan masalah yang besar, namun seberapa hebat mereka setia dalam masalah kecil. Semua dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Jadi jangan pernah kecewa kalau kita hanya dipercayakan hal – hal yang kecil. Belajarlah untuk setia tentang apapun yang dipercayakan kepada kita.

Tuhan Yesus tidak hanya asal bicara, Tuhan Yesus selama hidupnya setia dalam hal – hal yang paling kecil sekalipun. Misalnya dengan setia berdoa setiap pagi dan setiap malam seperti yang dibahas di Yesus berdoa pada siapa? Doa memang bisa dikatakan sebagai hal yang sangat sederhana dan Yesus setia dalam hal ini. Ada suatu kisah yang dapat meyakinkan kita bagaimana Tuhan Yesus setia dalam hal – hal kecil. Coba kita lihat ayatnya.

Yohanes 20:7, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Ini adalah sebuah kisah kecil yang sering terlewat oleh kita semua. Di saat kebangkitannya, ternyata Tuhan Yesus tidak meninggalkan kubur dengan begitu saja, Tuhan Yesus setia dalam hal kecil, dalam hal ini adalah merapihkan kain peluh yang ada di kepalanya. Hal ini terbukti bagaimana kain peluh tersebut sudah tergulung.

Sepertinya satu bukti dari kisah di atas tidak akan cukup untuk dapat meyakinkan orang Indonesia. Jadi tenang saja, saya sudah punya kisah lain yang benar – benar menunjukkan bagaimana pentingnya setia dalam hal kecil. Kisah ini cukup panjang, agar lebih mengerti saya akan memberikan seluruh ayat yang berhubungan dengan hal ini saja.

Hakim – Hakim 2:7, Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi." Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum." Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."

Di atas adalah kisah bagaimana Allah menyeleksi pasukan yang akan dibawa Gideon untuk berperang melawan orang Midian. Pada mulanya ada 32.000 orang pasukan. Seleksi pertama sangat sederhana, orang yang takut dan gentar diperbolehkan untuk tidak ikut berperang, maka 22.000 orang mundur dan tersisalah 10.000 orang. Ternyata jumlah ini juga masih terlalu banyak, Allah tidak mau Gideon maju dengan banyak pasukan karena Allah mau menunjukkan kuasa-Nya dengan pasukan yang sedikit namun dapat mengalahkan musuh yang sangat banyak. Seleksi kedua pun dilakukan. Apa seleksinya? Ternyata seleksinya sangat teramat sederhana, semua pasukan disuruh minum air dari sungai. Bagaimana cara mereka minumlah yang akan menentukan apakah mereka masuk seleksi atau tidak. Secara singkat, orang yang minum dengan cara sedikit – sedikit (tidak rakus) adalah orang yang dipilih, hanya 300 orang. Inilah orang – orang terbaik pilihan Allah sendiri. Ketiga ratus orang ini dipilih bukan karena gagah perkasa mereka, bukan karena mereka adalah yang paling kuat, namun karena mereka semua adalah orang – orang yang setia dalam hal kecil.

Saya teringat dengan cerita suatu film yang sangat terkenal yaitu “300”. Film ini bercerita bagaimana 300 pasukan Spartan dapat menghabisi beribu – ribu musuh. Leonidas, pemimpin mereka tentu sangat mengenal pasukannya. Leonidas memilih pasukan – pasukan terbaik karena memang Leonidas mengenal mereka semua. Leonidas tentu hanya memilih 300 orang terbaik yang Leonidas kenal adalah pasukan terkuat. Dalam kisah Gideon tadi Allah juga memilih 300 pasukan terbaiknya. Dan seperti dikatakan sebelumnya, 300 orang yang dipilih Allah adalah orang – orang yang setia dalam hal kecil. Jadi masikah kamu meremehkan hal – hal yang kecil?

Terakhir, saya akan mencoba untuk mengupas beberapa contoh hal – hal kecil apa saja yang banyak luput dari perhatian kita. Perlu diperhatikan, contoh – contoh yang disebutkan mungkin saja bisa menjadi tips bagaimana memilih pasangan yang baik (untuk yang belum memiliki pasangan hidup). Kamu juga bisa melihat kualitas hidup dari orang lain dari hal – hal kecil yang mereka lakukan. Dengan mengetahui ini kita juga dapat introspeksi diri apakah kita sudah setia dalam hal kecil atau belum.

Yang pertama adalah masalah yang rohani terlebih dahulu, misalnya dalam beribadah setiap Minggu. Apakah kita setia dalam melakukan ibadah setiap minggunya? Ataukah kita sering melupakannya? Kalau kita datang, apakah kita datang tepat pada waktunya? (Dalam hal ini saya harus bertobat, saya sering datang telat dalam beribadah). Setelah itu ada hal kecil yang sangat penting, apakah kita berfokus pada Tuhan saat beribadah atau membagi fokus kita kepada hal lain? Misalnya membagi fokus kita kepada pesan singkat yang masuk. Sesibuk apapun kita, masakan kita tidak bisa menunda untuk membalas apapun pesan yang masuk itu selama paling lama 2 jam? Jadi jika sedang beribadah, matikan handphone kita. Kalau memang mau dipakai untuk alkitab, pastikan handphone tersebut dalam mode pesawat atau sinyalnya mati. Bawa alkitab dalam bentuk buku agar kita tidak tergoda untuk membuka – buka pesan yang ada di handphone kita. Ini memang hal kecil, tetapi kalau kita tidak setia dalam hal ini, bagaimana kita bisa setia dalam hal yang lebih besar?

Masih masalah yang terlihat rohani, yaitu bagaimana kita berdoa dan bersaat teduh setiap hari. Selain itu kita juga harus dapat setia dalam membaca alkitab setiap hari. Pengenalan kita akan Tuhan tidak akan cukup kita dapatkan dari ibadah setiap Minggu saja, kita perlu mengenal Tuhan setiap hari melalui saat teduh kita. Yang belum tahu apa itu saat teduh bisa baca di Saat Teduh dan untuk yang baru ingin memulai membaca alkitab bisa membaca terlebih dahulu Memulai Membaca Alkitab.

Selanjutnya kita juga harus setia dalam hal – hal kecil yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari yang banyak orang tidak mau melakukannya. Bayangkan jika kita dapat setia dalam hal – hal kecil, maka kualitas hidup kita juga akan meningkat. Salah satu contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Untuk hal ini sepertinya tidak perlu diajari ya, hanya perlu kesadaran saja. Hal lainnya adalah taat lalu lintas. Jika kita tidak dapat taat kepada pemerintah yang kelihatan, bagaimana kita dapat taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan? Jika kita terkena lampu merah, sesepi apapun jalan, ayo kita mau belajar untuk menunggu. Menunggu lampu merah paling lama mungkin adalah 2 menit, jarang sekali lebih. Jika kita dapat setia dalam menunggu lampu merah yang merupakan hal kecil, kita juga pasti akan bisa setia dalam hal yang lebih besar. Orang yang bisa bersabar secara luar biasa mungkin salah satunya adalah karena orang tersebut mau belajar untuk taat pada lalu lintas.

Sebenarnya masih banyak sekali hal – hal kecil yang dapat kita bahas dalam kehidupan sehari – hari. Tetapi sepertinya tulisan ini sudah terlalu panjang untuk membahas itu semua. Jadi kesimpulannya adalah:

Ketaatan sejati dimulai dari hal – hal kecil.

Sumber : www.tanyaalkitab.com

Lirik Lagu Rohani ALLAH Yang Setia

ALLAH YANG SETIA
Jonathan Prawira & Joseph S Djafar
Do = C

YESUS, KAU TELAH MEMULAI
S'GALA YANG BAIK DALAMKU
ENGKAU MENJADIKANKU
SERUPA GAMBARAN-MU
DAN BERHARGA DI MATA-MU
YESUS, KAU TELAH MEMULAI
KARYA YANG MULIA DALAMKU
KAU BERIKAN HIDUP-MU
S'BAGAI GANTI DOSAKU
KAR'NA KASIH-MU PADAKU

REFF:
S'KARANG KUMEMUJI-MU
ALLAH YANG SETIA
YANG TAK PERNAH MENINGGALKAN
PERBUATAN TANGAN-MU

S'KARANG KUMENYEMBAH-MU
ALLAH YANG MULIA
SEMPURNAKAN SEG'NAP HIDUPKU
AGAR INDAH BAGI-MU

Jumat, 28 Februari 2014

Seperti Apa ya UN 2014?

JAKARTA - Sekira dua bulan lagi, siswa SMA dan sederajat akan mengikuti ujian nasional (UN). Selain dibagi menjadi delapan region penggandaan soal, akan seperti apakah UN tahun ini?

Terkait tipe soal, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam UN 2014. Sama seperti tahun sebelumnya, Kemendikbud telah menyiapkan 20 variasi soal. Sehingga setiap siswa dalam satu ruang ujian akan mendapatkan soal yang berbeda.

"Setelah semuanya bisa dipersiapkan, baru masuk wilayah pelaksanaan. Saat pelaksanaan, yang krusial adalah keamanan dalam pelaksanaan. Artinya, pelaksanaan UN berjalan tertib. Lagipula anak-anak bisa fokus mengerjakan soal sendiri karena tiap ruangan ada 20 variasi soal," kata Nuh, di Gedung Kemendikbud, Senin (24/2/2014).

Jika sudah tertib, tambahnya, krusial kedua dalam pelaksanaan UN adalah pengumpulan lembar jawaban UN atau LJUN. M Nuh mengaku, tahun ini ada perubahan dalam mekanisme pengumpulan LJUN untuk menepis kekhawatiran pihak sekolah mengubah jawaban siswa.

"Pengumpulan LJUN kami pastikan steril dari dugaan ada penyimpangan. Makanya sekarang diubah. Pengawas yang datang ke kelas untuk mengumpulkan LJUN bukan dikumpulkan dulu di ruang kepala sekolah yang mengindikasikan ada kecurangan," papar M Nuh.

Sama seperti proses lelang, M Nuh menjamin proses pemindaian LJUN akan terbebas dari bentuk-bentuk kecurangan. "Kami ingin memastikan semua bisa dipertanggungjawabkan. Proses pemindaian pun tidak ada intervensi dari mana pun," tutupnya. (rfa)


Sumber : okezone.com
LS5-2

Pantangan UN(?)

JAKARTA - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2014 semakin hari semakin dekat. Selain menyiapkan mental dan belajar yang baik, tata tertib pelaksanaan UN juga wajib disimak.

Tujuannya, selain nilai yang memuaskan, juga terhindar dari pelanggaran teknis yang justru berakibat fatal.
Lalu, apa saja hal-hal yang perlu dihindari? Berikut selengkapnya, Kamis (27/2/2014).
 
1. Jangan telat saat mengikuti UN. Jika terlambat, perlu mendapatkan izin dari ketua pelaksana UN. Usahakan datang tepat waktu karena, jika terlambat tidak diberi perpanjangan waktu.
 
2. Jangan lupa membawa kartu ujian.
 
3. Jangan lupa mengisi daftar hadir.
 
4. Jangan membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke dalam ruang ujian.
 
5. Jangan simpan tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun saat ujian. Biasanya semua itu akan dikumpulkan di depan kelas.
 
6. Jangan bekerja sama dan menyontek atau memberikan jawaban kepada teman.
 
7. Jangan lupa untuk membawa kartu ujian, mengisi identitas di lembar jawaban UN.
 
8. Jika ada hal-hal yang membingungkan, tanyakan kepada pengawas, jangan kepada teman yang berada di dekat tempat dudukmu.
 
9. Jangan meninggalkan ruang ujian tanpa izin pengawas.
 
10. Jangan memakai orang pengganti (joki) ujian.
 
11. Jangan bawa soal dan lembar jawaban ke luar ruang ujian.
 
12. Jika sudah selesai mengerjakan soal, tetaplah di dalam ruangan. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk mengecek jawaban. Pastikan pengisian data telah dilakukan dengan baik.

Sumber : okezone.com
LS5-1